Skip to content

WAJIBKAH BELAJAR BAHASA ARAB – UST. ABU IHSAN

February 8, 2013

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Pertanyaan

Ustadz abu Ihsan di tanya yang kurang lebih dapat disimpulkan seperti ini, “apakah wajib belajar bahasa Arab untuk mendalami ilmu agama?”

Jawaban

Bahasa Arab merupakan syarat bagi orang yang ingin mendalaminya (ilmu agama). Barang siapa yang ingin mendalami Al-Qur’an dan As-Sunnah maka syaratnya adalah dia harus memiliki pengetahuan tentang bahasa Arab. Karena dia tidak akan bisa memahaminya dengan baik dan benar tanpa memiliki ilmu yang berkaitan dengan bahasa Arab.

Tafakkuh fiddin ini bukanlah konsumsi untuk orang-orang umum, tetapi ini adalah konsumsi untuk para penuntut ilmu, yaitu orang-orang yang ingin mendalami ilmu agama. Tentunya tidak cukup mendalaminya dengan buku-buku terjemahan, oleh karena itu maka dia harus mempelajari bahasa Arab. Sehingga dia dapat memahami apa yang dimaksud oleh Allah dari suatu lafadz (dalam al-Qur’an) dan dapat mengeluarkan istinbat, ahkam dan banyak faedah dari satu ayat al-Qur’an maupun hadits dari pengetahuannya tentang bahasa Arab tersebut. Termasuk juga buku-buku ulama, terutama mengenai ilmu-ilmu ushul, baik itu ushul hadits, ushul fiqh dan lain-lain yang berbahasa Arab dan ini sangat susah untuk diterjemahkan ke dalam bahasa lain, karena di situ ada istilah-istilah terminologi yang tidak bisa diterjemahkan secara tekstual, ada pengertian-pengertian khusus yang harus dipelajari. Adapaun hal-hal yang sifatnya instan atau cepat untuk diketahui seperti cara wudhu, shalat, cara berhaji, maka buku-buku terjemahan itu sudah cukup untuk orang-orang awam dalam memahaminya. Adapaun untuk mendalaminya, maka tidak cukup hanya dengan ini (kitab terjemahan).

Bahasa Arab sangat luas. Di dalam tafakkuh fiddin yang diperlukan dalam bahasa Arab bukan hanya agar kita dapat berbicara dengan bahasa Arab, tetapi kita harus mengetahui kandungan-kandungan (kaidah-kaidah) yang ada di dalam bahasa Arab.

Contohnya, di dalam bahasa Arab ada yang dinamakan nahwau i’rob dan nahwu dalalah. Nahwu i’rob adalah mengetahui bagaimana cara membacanya. Misalnya هَذَا كِتَابٌ (hadza kitaabun) kenapa tidak dibaca هَذَا كِتَا بًا (hadza kitaaban). Sedangkan nahwu dalalah adalah sebagaimana dalam bahasa Arab ada redaksi pertanyaan tetapi maksudnya adalah perintah. Seperti firman Allah

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلْقُرْءَانَ

“Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami) Al-Qur’an?” (An-Nisa’ 4:82)

Ini merupakan redaksi pertanyaan, tetapi maknanya adalah perintah. Jadi maksudnya adalah tadabburilah al-Qur’an.

____________________

Ditulis dari rekaman video ust. Abu Ihsan al-Atsary dengan sedikit pengeditan tatabahasa tanpa merubah makna insya Allah.

Lihat juga rekaman mp3 kajian beliau di sini : Abu Ihsan al-Atsary

Berikut rekaman beliau:

Advertisements
Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: